Keberhasilan organisasi, dalam hal ini Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) Cikulur Lebak Banten, sangat tergantung pada sinergi antara pemimpin dan yang dipimpin. Jika pemimpin bisa menjadi teladan dan yang dipimpin bisa meneladani, maka organisasi akan mudah meraih keberhasilan.
“Jika keduanya sudah bersinergi, maka harus diikat oleh aturan yang menjadi kesepakatan bersama sebagai arahan menuju cita-cita bersama. Tanpa semua ini, cita-cita seluhur apapun mustahil akan terwujud.”
Demikian disampaikan Kepala SMA Qothrotul Falah, Enha, saat menyampaikan amanah di hadapan para santri MTs dan SMA Qothrotul Falah pada Upacara Bendera, Senin (12/2/2012). Hadir juga dewan guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah.
Dikatakan Enha, pemimpin yang cakap dan layak menjadi teladan sejati, tidak akan memiliki pengaruh apapun jika yang dipimpin tidak ada niatan untuk menaati. “Sama juga bohong, jika yang dipimpin semaunya,” ujarnya.
Sebaliknya, yang dipimpin punya semangat menaati, namun jika pemimpinnya tidak layak ditaati, maka kepemimpinan juga tidak akan berdampak positif apapun. “Lagi-lagi sama juga bohong. Keduanya harus bersinergi dengan baik. Jika tidak, ya tidak akan ada keseimbangan,” ujarnya.
Namun demikian, kendatipun yang memimpin dan yang dipimpin mampu bersinergi, tapi tidak diikat oleh aturan yang baik, maka kepemimpinan juga tidak akan berdampak apa-apa. “Aturan ini penting sebagai ikatan komitmen bersama. Tanpa komitmen, maka sinergi antara yang memimpin dan yang dipimpin tidak akan menuju arah yang jelas,” katanya.
Semoga, harapnya, kepemimpinan di OPPQ yang pada akhir Februari 2012 ini akan mengalami sukses juga bisa mencerminkan sinergi antara pemimpin, yang dipimpin dan terikat oleh aturan yang baik. Cita-cita kepemimpinanpun akan mudah terealisasi.[enha]











