Pondok Pesantren Qothrotul Falah
Jl. Sampay-Cileles Km. 5 Ds. Sumurbandung
Kec. Cikulur Kab. Lebak Prop. Banten 43256

E-mail : info@qothrotulfalah.com
Phone : 0813 1777 3857 0812 8262 4775           
0819 1096 1388
Selasa Oktober 21, 2014
Ambil Hikmah Pemberontakan 30 S PKI
Jumat, 05 Oktober 2012 20:04

Suasana upacara bendera pada Senin, 1 Oktober 2012, terlihat berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Kali ini, upacara bendera dilakukan berbarengan dengan Hari Kesaksian Pancasila, yang menandai kehebatan Pancasila sebagai pemersatu bangsa guna memberantas pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 30 September atau G 30 S-PKI.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ustadz Ahmad Turmudzi, S.Pd.I. menyatakan, sejarah haruslah diambil hikmahnya untuk dijadikan pelajaran penting. Karenanya, sejarah tidak semestinya dilupakan begitu saja dengan sia-sia. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjadikan sejarah sebagai pelajaran baginya. Kalau kata Bung Karno, Jas Merah alias jangan sampai melupakan sejarah,” jelasnya mengutip pesan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Bapak Proklamasi itu.

Dikatakan Direktur LPK Qothrotul Falah ini, tiada kebahagiaan yang didapat dengan lenggang kangkung, termasuk kebahagiaan kemerdekaan di negeri ini. Semuanya didapat dengan kerja keras dan perjuangan. “Kita bisa menikmati kehidupan yang nyaman, ini tak lain karena perjuangan hebat para pendahulu kita,” ujarnya.  

UT – sapaan akrabnya – lantas mengingatkan kepada siswa-siswi MTs/SMA Qothrotul Falah untuk berjuang keras mengisi kemerdekaan ini. “Tugas kita berjuang untuk menjadi generasi bangsa yang hebat, sehingga bisa membangun bangsa ini ke depan,” pesannya.

Terkait Pancasila, UT menyatakan, ia berfungsi sebagai ideologi bangsa yang berfungsi merekatkan ragam perbedaan di negeri ini. “Bangsa Indonesia itu bhinneka atau berbeda-beda, baik agama, suku, ras atau lainnya. Namun karena kearifan semua pihak, maka Pancasila bisa menjadi pemersatu. Inilah kesaktiannya yang harus kita pertahankan,” katanya.

Untuk  itu, terangnya, ideologi apapun, tidak cocok dipaksanakan di negeri yang penuh keragaman ini. “Lebih-lebih ideologi terorisme, yang mengedepankan kekerasan, itu lebih tidak nyambung lagi dengan sifat kebhinnekaan bangsa ini,” katanya.

Nonton
UT yang juga penggerak Pondok Baca Qi Falah, rupanya tidak hanya menceritakan sejarah G 30 SPKI, melainkan juga mengajak siswa-siswi MTs/SMA Qothrotul Falah untuk menyaksikan film dokumenter tentang pemberontakan tahun 1965 ini.

Bertempat di Pondok Baca Qi Falah, Kamis (4/10/2012) malam, ia beserta relawan Pondok Baca Qi Falah beramai-ramai menyaksikannya hingga larut malam. “Ini sebagai bahan pelajaran dan renungan bagi anak-anak kita semuanya. Semoga kegiatan ini memberikan perspektif kebangsaan yang baik bagi mereka, sehingga mereka bisa membangun bangsa ini sesuai jalurnya yang benar,” harapnya.

Bagi para siswa sendiri, kegiatan ini dinilai banyak manfaatnya. Mustafa Kamal misalnya, menyatakan bahwa dengan menonton film ini, dirinya mengerti tentang peristiwa yang menyebabkan banyak jenderal terbunuh itu.

“Insya Allah banyak manfaatnya. Kami akan menjadikan sejarah ini sebagai pelajaran penting untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa ini,” kata Siswa XI-IPS SMA Qothrotul Falah ini.[nuha]

Berita Lainnya:
Alumni Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Ustadz Ade Bujhaerimi, S.Pd.I, terpi
Keluarga Besar Pondok Pesantren Qothrotul Falah bertambah personil lagi. Kali ini, si mungil yang di
Perayaan Idul Adha 1435 H di Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Ahad (5 Oktober
Share
Dibaca : 993 kali
 

Comments 

 
# Bonnie 2014-08-03 21:22
I am in fact pleased to read this webpage posts which carries tons
of useful data, thanks for providing these kinds
of data.

Review my site ... Hardcore: http://www.lerevenu.com/vos-placements/assurance-vie
 

Add comment

Security code
Refresh