Pondok Pesantren Qothrotul Falah
Jl. Sampay-Cileles Km. 5 Ds. Sumurbandung
Kec. Cikulur Kab. Lebak Prop. Banten 43256

E-mail : info@qothrotulfalah.com
Phone : 0813 1777 3857 0812 8262 4775           
0819 1096 1388
Sabtu April 19, 2014
20
Agu 2011
PDF
Cetak
Surel
Satu Puasa Dua Niat

PERTANYAAN
Assalamu’alaikum, Wr. Wb.
Semoga Pak Kiai dan keluarga sehat dan sukses menjalankan aktivitas sehari-hari. Amin!

Pak Kiai, saya Ulfa dari Bogor Jawa Barat. Saya kan perempuan normal. Ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan, saya pasti mengalami halangan puasa karena haid. Pertanyaan saya, bolehkah ketika saya membayar hutang puasa (qadha’), saya niatkan untuk dua niat sekaligus, yaitu membayar hutang puasa yang saya tinggalkan dan puasa sunnah?



Hanya ini yang saya tanyakan, Pak Kiai. Semoga Pak Kiai berkenan memberikan penjalasan kepada saya. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.

PENANYA

Ulfa,
Bogor Jawa Barat

JAWABAN

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Teh Ulfa yang dirahmati Allah SWT. al-Hamdulillah, saya dan keluarga sehat-sehat saja dan masih terus beraktivitas. Semoga Teh Ulfa di Bogor juga selalu sehat.

al-Hamdulillah, Teh Ulfa diberi siklus haid yang normal oleh Allah SWT. Itu patut disyukuri, karena siklus haid yang normal akan menjadikan kondisi tubuh perempuan sehat, sehingga memudahkan proses reproduksi. Haid itu kondisi alamiah yang terus terjadi pada perempuan setiap bulannya, tak terkecuali Teh Ulfa. Karenanya, jika tamu rutin ini datang, pasti ada kewajiban agama yang harus ditinggalkan seperti shalat atau puasa Ramadhan.

Walaupun dua ibadah ini harus ditinggalkan oleh perempuan yang haid, namun perlakuan setelahnya berbeda. Untuk shalat yang ditinggalkan, maka perempuan yang haid tidak usah menggantinya. Tapi untuk puasa yang ditinggalkan, maka dia harus menggantinya di waktu lain. Dengan demikian, sudah seharusnya Teh Ulfa membayar atau meng-qadha puasa sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.    

Terkait membayar hutang puasa, bolehkah diniati untuk dua niat? Teh Ulfa yang baik, puasa sunnah itu bentuknya banyak. Ada yang lazim atau biasa dilakukan dan ada yang kadang-kadang saja. Puasa sunnah yang biasa dilakukan seperti Senin-Kamis atau Dawud (sehari puasa dan sehari tidak). Ketika mau meng-qadha hutang puasa Ramadhan, kebetulan pas hari Senin atau Kamis, maka niat puasanya qadha saja. Tidak perlu niat puasa sunnah. Insya Allah, niat dan pahala puasa sunnahnya ikut terkafer. Niat puasa qadha harus didahulukan, karena itulah yang wajib dikerjakan duluan. Jadi, dahulukan yang wajib, insya Allah yang sunnah ikut.

Ini berbeda dengan puasa sunnah Syawal misalnya. Karena puasa sunnah Syawal itu afdhol-nya langsung dikerjakan setelah Idul Fithri dan ia bukan puasa sunnah yang lazim dikerjakan, maka lebih baik kerjakan dulu puasa sunnah Syawal dengan niat khusus. Lalu kerjakan qadha puasa Ramadhan setelahnya dengan niat yang juga khusus. Apalagi mengerjakan qadha puasa Ramadhan kan waktunya longgar. Namun, semakin cepat dibayar, ya semakin baik. Insya Allah, pahala dan keutamaan yang didapat akan dobel. Puasa sunnah Syawal dapat dan kewajiban membayar hutang puasa Ramadhan juga dapat.

Hanya ini yang bisa saya sampaikan. Semoga Teh Ulfa bisa memahaminya dan semoga apa yang saya sampaikan ada manfatnya baik bagi Teh Ulfa maupun bagi yang lainnya. Wa Allah a’lam.[]

Cikulur,19 Agustus 2011

Share
Dibaca : 12130 kali
 

Comments 

 
# rossa 2012-06-13 15:19
assalamu alaikum wr wb
semoga pak kiai senantiasa diberi keshatan aamiin...
pak sya rossa dr makassar usia sya 29thn, setiap bulan ramadhan sama seperti wanita pada umumnya mengalami halangan (haid) dan sya menggantinya dibulan lain, dengan berpuasa senin kamis, dan sy bru melakukan itu( mengqdha puasa) 4 thn terakhir ini, jdi pertanyaan sya bagaimana dg utang puasa sy ditahun2 sebelumnya yg belum sempat terbayarkan dan sya sudah tidak tau persis jumlahnya, apa yg mesti sya lakukan mohon penjelasan dri pak kiai
Reply
 
 
# redaksi 2012-06-13 18:44
insya Allah pertanyaan Mbak Rossa akan kami sampaikan ke pengasuh. terima kasih atas perhatiannya. redaksi
Reply
 
 
# ani nor cholis 2012-07-26 15:42
pak , niat bwat membyar puasa ramadan yg tdk dilakukan gmana ????
Reply
 
 
# redaksi 2012-07-29 08:45
pada prinsipnya niat boleh pakai bahasa indonesia kok. niat mengqodho puasa yang ditinggalkan. kalau bahasa arab ya insya allah nawaitu shauma ramadhana qadha'an fardhan lillahi ta'ala atau ada juga lafal lain nawaitu shauma ghadin 'an qadhai fardhi ramadhana lillahi ta'ala atau bisa juga dengan redaksi yang lain.
Reply
 
 
# ani nor cholis 2012-08-01 16:33
maaf pak
Reply
 
 
# jafar shodiq 2014-03-21 09:39
Assalamu'alaaaikum wr.wb pak kiai..
Saya ja'far. dari jatim,,,
Mau nanya ! Sewaktu saya masih sekolah saya sering meninggalkan sholat fardlu,,
Dan brturut turut,,,kadang sampai 1 Bulan,
Bagaimana cara maenggantinya ,,apakah dengan melakukan qadla' atau engan cara Yang lain pak kiai,,,???
Reply
 
 
# redaksi 2014-03-22 22:51
pertanyaan ini insya allah akan kami sampaikan ke pengasuh. terima kasih.
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh

DOWNLOAD BROSUR