Pondok Pesantren Qothrotul Falah
Jl. Sampay-Cileles Km. 5 Ds. Sumurbandung
Kec. Cikulur Kab. Lebak Prop. Banten 43256

E-mail : info@qothrotulfalah.com
Phone : 0813 1777 3857 0812 8262 4775           
0819 1096 1388
Kamis April 17, 2014
03
Okt 2011
PDF
Cetak
Surel
Memunculkan Ide Kreatif

Oleh Muhammad Zen*

Saat sesi perkuliahan mata kuliah wirausaha dengan tema “Bagaimana Memunculkan Ide Kreatif?” di salah satu perguruan tinggi swasta, penyaji diskusi mengawali adanya simulasi dengan membawa dua buah barang, yaitu helm dan wajan/tempat penggorengan; dan dibentuklah dua kelompok mahasiswa laki-laki dan perempuan.

Dalam simulasi itu, yang unik, peserta laki-laki diberikan wajan/tempat penggorengan, sedangkan peserta perempuan diberikan helm. Penyaji memberikan instruksi, bahwa setiap kelompok disilahkan memikirkan ide apa yang bisa dilakukan dengan benda tersebut. Kelompok laki-laki kemudian menyimpulkan banyak ide yang dapat diberikan dari wajan tersebut, di antaranya ada yang berpikir untuk menjual nasi goreng, bakwan goreng, bisa juga sebagai sarana antena TV, dan ada juga yang berpikir liar, wajan tersebut bisa menjadi payung sebab iklim yang tidak jelas dan antisipasi hujan batu.

Berbeda dengan kelompok perempuan, yang menyimpulkan banyak ide yang dapat diberikan dari benda helm tersebut, di antaranya ada yang berpikir helm itu dapat digunakan untuk membawa bayi, bisa juga dijadikan sebagai tempat pot bunga, dan ada juga yang berpikir helm itu dimodif satu paket dengan jas hujan yang dilipat di helm. Bahkan ada juga yang berpikir helm itu bisa sebagai lent ion/tempat lampu dan masih banyak lagi yang unik lainnya.

Cara Memunculkan Ide Kreatif
Demikian halnya dengan kita – baik sebagai pelajar, mahasiswa, pekerja maupun sebagai pengusaha – kalau ingin mendapatkan dan memunculkan ide kreatif baik saat berwirausaha/berjualan maupun saat belajar/kuliah/kerja banyak caranya, di antaranya: Pertama, create new and different (membuat sesuatu yang baru dan berbeda). Maksudnya berpikir unik dan berbeda, meskipun awalnya agak sulit kita  lakukan, tetapi dengan kegigihan dan kesabaran akan berbuah hasil. Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti dapat. Inovasi dapat dimaknai sebagai suatu proses menciptakan sesuatu yang baru, yang memberikan nilai signifikan bagi individu, kelompok, organisasi, dan masyarakat. Inovasi didapati dari intuisi dan imajinasi kreatif, yang merupakan bagian dari karakter otak kanan adalah salah satu hal baik, tapi jarang sekali digunakan sebagian besar orang selama hidupnya. Seperti halnya seniman dan fisikawan di atas, seorang entrepreneur juga harus mempunyai imajinasi kreatif dan lebih banyak memakai kekuatan intuisinya untuk setiap perubahan yang akan dia buat. Imajinasi dan intuisi entrepreneur bukannya sesuatu yang bisa disengaja untuk dibuat, bisa disengaja untuk difikirkan, akan tetapi seuatu yang dengan sengaja timbul sendiri dalam kehidupan seseorang.

Contoh: Ide kreatif dari “kardus bekas”. Jangan biarkan kardus-kardus bekas hanya menumpuk di gudang saja. Sedikit kreativitas, Anda akan mengubahnya menjadi benda-benda favorit si kecil. Rumah-rumahan buat kemping, helm astronot, kereta api, pesawat terbang dan banyak lagi ide lainnya dan sebagai orang tua tentu tidak perlu membeli barang yang mahal.

Ide kreatif lainnya dapat kita jumpai pengusaha yang lain yaitu  “mengubah kelapa jadi patung kepala”. Di tangan seniman, segalanya bisa menjadi menarik. Bahkan buah kelapa pun bisa diubah menjadi patung wajah yang unik. Seperti yang dilakukan Rudi R (40) yang memamerkan patung kepala karyanya di Jl. Cihampelas, Bandung. Membuat patung wajah dari  kelapa menurut perajin patung kelapa Rudi R (40) harus menyesuaikan dengan alam. Artinya ketika harus membuat patung wajah, Rudi harus menyesuaikan dengan bentuk buah kelapa yang didapatkannya apakah berbentuk oval atau bulat.

Kedua, ATM, bukan Anjungan Tunai Mandiri, melainkan Amati, Tiru dan Modifikasi. ATM bukan berarti sebagai plagiat, namun sebagai ide awal saja  yang kemudian ada kekhasan dari produk yang kita miliki. ATM ini bisa dilakukan dengan studi banding/jalan-jalan. Contoh: saat kita pergi ke Cianjur atau Bandung, kita akan menjumpai peyek bayam, yang umumnya bayam hanya diolah dengan disayur saja. Ide ini kemudian bisa kita kembangkan dengan peyek daun kangkung misalnya atau peyek daun lainnya.  

Sama halnya dengan perusahaan pizza khas Indonesia di daerah Bandung yang baru, sudah go international dengan membuka gerai di Singapura, China , dan Uni Emirat Arab pada 2005. Pizza tersebut diberi nama “Papa Ron’s Pizza”. Ide ini tentu muncul awal dari Pizza Hut. (Bisnis Indonesia: 30/11/2004).          

Ketiga, DNA, bukan istilah dalam biologi melainkan yang dimaksud DNA adalah Dream and Action (punya impian dan lakukan). DNA ini boleh jadi menjadi sia-sia kalau hanya kita memiliki impian saja tanpa adanya action. Tindakan itu adalah kenyataan; bukankah dalam istilah manajemen (POAC) yang sangat urgent tidak hanya planning, organizing dan controlling saja, melainkan actuating yang menentukan segalanya? Sebab, kalau tidak ada actuating/action/pelaksanaan, maka akan dicap dengan NATO (Not Action Talking Only) atau OMDO (Omong Doang).

Penulis pernah membaca artikel rahasia kesuksesan pengusaha, tak lain dengan langkah “Rahasia 1001 Kesuksesan”. Ternyata yang menarik dari tulisan ini, pengusaha sukses itu harus melewati langkah pertama sampai langkah seribu satu. Tak lain rahasianya hanya “action langkah pertama , … dan action langkah terakhir (1001)”.

Bukankah ilmuwan juga mendapatkan ide cemerlang melalui impian dan action, boleh jadi akan menghadapi kegagalan terlebih dahulu sebelum nanti akhirnya keberhasilan yang digapainya sebagaimana Albert Einstein penemu atom, Thomas Alpha Edison penemu lampu pijar. Bahkan seorang Bill Gates (pemilik Microsoft) drop out dari sekolah  elit ternama, tapi kini justru menjadi orang paling kaya di muka bumi.  

Penutup

Entrepreneur/wirausahawan yang sukses yaitu mereka yang memiliki ide kreatif, berwawasan karena selalu menggerakkan imajinasi dan intuisi untuk terus memikirkan kemungkinan masa depan. Intuisi dan imajinasi menjadi sangat penting, tidak hanya untuk kepentingan sekarang, namun juga untuk kepentingan masa depan. Sebab, diperkirakan tantangan bisnis di masa mendatang,  elative berbeda dengan sekarang. Perubahannya sangat cepat dan serba kacau, tidak menentu, sehingga sulit bagi kita untuk memprediksikannya.

Seperti halnya mau bisnis online ataupun offline, ya sama-sama harus kreatif. Bila tidak, jangankan bertambah maju, untuk membuat bisnis bertahan saja sangat sulit. Kreativitas bisa diwujudkan dalam berbagai strategi dan perencanaan. Modal sedikit bisa sukses asal kita kreatif memanfaatkan sumber daya yang ada.[]

Daftar Pustaka
1.    Muhammad Zen dkk, Zakat dan Wirausaha, (Jakarta: CED, 2005).
2.    Muhammad Zen, “Modul Kuliah Kewirausahaan”, FSH UIN Jakarta, 2011.
3.    Paulus Winarto, First Step to be an Entrepreneur, (Elex Media Komputindo”
4.    Bobbi DePorter, Mike Hernacki, Basyrah Nasution, ”Quantum Business: Membiasakan Berbisnis Secara Etis dan Sehat”, (Kaifa: 1999).
5.    Thoby Mutis, “Kewirausahaan yang Berproses”, (Gramedia Widiasarana Indonesia: 1995 hal 14-17).
6.    Purdi E Chandra, “Seri Entrepreneurship: Trik Bisnis Menuju Sukses”, Editor Joko Indro Cahyono, (Grafika Indah; Mei 2004).
7.    Wuryanano, National Best Selling Author of: “The Touch of Super Mind”
“Super Mind for Successful Life”, “The 21 Principles to Build and Develop Fighting Spirit
”, (Publisher: PT. Elex Media Komputindo).
8.    Bisnis Indonesia: 30/11/2004

*Penulis adalah Dosen Kewirausahaan FSH UIN Jakarta, STEI Sebi UIN Jakarta dan Wakil Pimred www.qothratulfalah.com. Saat ini tengah menyelesaikan Program Doktor Bidang Ekonomi Syariah di SPs UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Semarang, 02 Oktober 2011

Share
Dibaca : 1708 kali
 

DOWNLOAD BROSUR